Seperti biasa aku kekantor dengan selalu always pastinya telat dan terburu-buru. Jam 8.15 turun bus langsung kucuk-kucuk ke pangkalan ojek. Perkiraan aku, pukul 8.25 sudah sampai di tempat tujuan.. Meja kerja
Ada satu abang ojek yang pernah membuat aku kagum (awalnya). Tapi lama-lama agak menyebalkan. Dari mulai dia sering kepoin aku, motornya yang ndut-ndutan, selalu mati pada saat lampu merah, nerobos banjir, dan memakan perjalanannya hampir 10 menit.
Dia mangkal lebih jauh daripada pangkalan ojek biasanya, Dia pernah curhat kalau tidak mau bergabung dengan pangkalan ojek itu. Mungkin pernah bermasalah memperebutkan perempuan, atau bermasalah rebutan helm. Aku tidak pernah mau tahu.. Masing-masing kita punya masalah, jadi selesaikan masalahmu..hehe
Karena dia mangkal jauh dari pangkalan ojek biasanya, sering kali aku lebih dulu bertemu dia daripada sebelum sampai di pangkalan. Aku yang berhati mulia dan murah senyum ini tidak pandai menolak tawaran ojek dari nya. Aku kasian, walaupun dia sedikit menyebalkan dengan gaya nya...
Tapi kali ini lain. Aku telat, sangat telat.. Aku meladeni obrolan dengan Mami iwa, pagi-pagi di jam-jam krusial. Jarang-jarang aku bisa punya quality time dengan Mami iwa tersayang. Jam 4.30 pagi baru mandi, 10 menit selesai. 10 Menit kemudian shalat subuh dan 15 menit kemudian sudah jalan.. 3 jam kemudian sampai di pangkalan
Awalnya aku sudah berpikir kalau, "Wahhh, susah nih sama si abang". Dan lagi-lagi aku tidak bisa menolak tawarannya. Karena rok ku ini, duduk miring adalah pilihan menaiki abang, eh ojek..
Kesalahan pertama dia adalah, mepet-mepet ke arah manapun. Dan yang ini paling fatal. Dengkul aku, dengkul indahku iniiiiii, dengkul yang menawan ini hampir kena dengan mobil yang berada di samping ku. 2 centi lagi.. 2 centi lagi sodara-sodara... Aku gak berteriak "ABAAAAAAAAAAAAAAANG!!! JANGAN MEPET-MEPET!!!". . Jantungku berdegup kencang, Aku kesal sekali...
Kesalahan kedua, saat melewati genangan air dia menerobos ditengah-tengah dengan indahnya.. Kakikuuuuu huhuhuhuuu, sepatu ku huhuhuhuhuuu.. Kotor semua.. Dan lagi-lagi aku komplain dengan merdu "YAAH ABANG, KOK GA LEWAT PINGGIR AJA...:(". Pengen nangis tersedu-sedu, tapi karena aku wanita kuat.. Aku tahan semua derita dan dahaga pagi ini..
Sampai kantor, aku tekad kan untuk memutuskan hubungan dengannya. Aku mau putus aja sama abang.. hahaha... Tapi saat membayar, uangku kurang ceban karena tidak ada uang kecil. Namun karena dia tahu kesalahannya, dia bilang "Udah neng, segini aja". Aku terenyuh, tak jadi memutuskan tali ini.. Yasudahlahh, mungkin memang harus belajar ikhlas lebih banyak lagi.. Makasih ya abang ojek bersepatu boots :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Post Your Comment..