Kamis, 25 Februari 2016

SAHABATKU BUTA WARNA


Pagi ini seperti biasa aku tergesa-gesa.. Aku suka sekali aktifitas pagi yang hectic dan keburu-buruan manusia. Aku suka karna aku masih bisa menghirup udara pagi, masih bisa menatap abu-abunya langit Menggala. Diperjalanan yang memakan waktu hampir 5 menit aku bersyukur ada abang ojek (entah abang ojek berhelm biru, berambut keriting, bersenyum lebar, atau siapapun) yang mengantar kekantor, memberikan kesempatan bersyukur atas dunia ini.

Aku tertegun sesaat, saat lampu lalu lintas berwarna merah menyala bulat besar. Diam... Merah.. Aku lihat kiri-kanan motor berhenti. Ada yang mencuri pandang melihat wajahku dari balik helm. Tiba-tiba lampu merah berubah menjadi hijau tanpa memberikan aba-aba lampu kuning. Aku-pun tersenyum, menarik diri ke beberapa tahun lalu..

***
"Baju yang ijo bagus ya Gi", tunjuk kamu kepada sebuah manekin.
"Yang mana?", tanyaku bingung
"Yang itu.."
Aku memandangmu, memperhatikan arah tunjuk tanganmu.
"Yang coklat atau yang biru sih?", tanyaku meyakinkan. "Ga ada warna ijo disana", aku mulai menahan tawa. Kamu mengerjap-ngerjapkan mata
"Iyah maksud aku biru.. Itu yang biru samping coklat."
Aku tertegun sesaat....
"Makanya, besok-besok kuping kecilnya dipake Agie...", sahut kamu sambil menoyor kepala ku pelan.
"Ishhh, kamu buta warna ya.. Biru koq dibilang ijo?", ujarku tanpa sakit hati dan diakhiri dengan senyumanmu kala itu.

Masih di mall yang sama, dispot yang berbeda. Di meja restaurant, piring dengan pasangannya masing-masing, sendok dan garpu. Berdiri di tengah-tengah sebuah acrylic promo minuman bertuliskan green tea 50%.. Aku kembali tergugah, bertanya hal yang sama

"Kamu buta warna Sur?", kamu tersenyum.
 "Serius Sur????", ujarku penasaran
"Kenapa? Kamu terganggu?", aku hanya menatapnya. 
"Ayolah, jangan menatapku seperti itu, seperti aku adalah makhluk aneh", kamu mulai gusar dan tak nyaman..
"Kapan ketauannya..????" ujarku 
"Dari kecil, saat aku berteriak ke Mami bahwa lampu lalu lintas sudah hijau, kenapa mobil belom jalan-jalan. Tapi ternyata, dikenyataan lampu lalu lintas masih berwarna merah", kamu melirikku, lalu kembali menekuni buku menu makanan
"Hey, aku pakai baju warna apa?", tanya ku menantangmu
"Green", jawabmu singkat
"Ini abu-abu Suryaaaa", jawabku sambil tertawa...
"Makanya, kuping kecilnya jangan jadi hiasan", kamu kembali menoyor kepala ku pelan. "Tadikan aku bilang grey, bukan green", ujarmu tak mau kalah. aku hanya cekikikan.. terlebih cara defensif kamu yang berlebihan..

"Oke terakhir, ini warna apa?", tunjukku kepada warna minuman di acrylic promo
Mata kamu kembali mengerjap-ngerjap, mencoba melihat lebih jelas warna minuman yang aku tunjuk. "Kamu ngenyek ya? Itu hijau", ujarmu yakin
"Kamu cuma tau warna hijau ya? Itu warnanya biru"
"Sini kamu..", kamu menarik tangan ku., "Aku memang buta warna, tapi ga buta aksara. Ini tulisannya Green Tea, gimana bisa warnanya biru?"
Aku mulai gelagapan... Lebih tepat mencari pembelaan. "Tapi ini memang benar warna biru, tapi nama minumannya green tea", aku beragumen, disambut dengan gelengan pelan kepala kamu. "Sudah, pesan makanannya"
Aku  mengumpat dalam hati 'ini restaurant yang bodoh!! Green tea koq warna biru' dan kembali menatap kamu, mencoba meyakinkan warna minuman green tea tadi memang biru.

"Aku memang buta warna, dan tak ada nikmat Allah yang dapat aku ingkari. Aku engga marah sama Dia, hanya karna ketidakmampuan aku  membedakan warna hijau, merah, biru, abu-abu. Aku diberi banyak hal lain yang dapat aku syukuri. Lagipula punya teman bawel kaya kamu sendiri saja sudah membuat hidup aku berwarna, kurang apalagi?". Ujarmu kala itu "Kamu mau pesen apa? Jangan senyum-senyum aja, nanti kamu gila". sambung mu memecah suasana. Aku tersenyum...

***
Sampai kantor, telat seperti biasa. Berdiri depan kaca memperbaiki jilbab yang mulai berantakan oleh terpaan angin di ojek tadi. Cerita tadi,dua  tahun yang lalu. Tentang sahabat ku Surya yang buta warna.. 

Nikmat apalagi yang harus aku ingkari? Tak ada, aku hanya cukup bersyukur pada-Nya. Aku memang tidak sempurna, Tapi nanti sang "pria ku " -yang mencintai aku dan seluruh kesalahan yang pernah aku buat di masa lalu- lah yang akan menyempurnakan diri aku sebagai wanita dan dengan cintanya yang sempurna. Semoga...:)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Your Comment..